PONOROGO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo menggelar rapat koordinasi internal pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor KPU Ponorogo. Rapat ini fokus pada persiapan intensif pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pemilih yang ditujukan khusus bagi segmen pemilih pemula, pemilih perempuan, dan pemilih disabilitas.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas partisipasi pemilih dan memastikan inklusivitas dalam setiap tahapan pesta demokrasi mendatang.
Ketua KPU Ponorogo, R. Gaguk Ika Prayitna, dalam sambutannya menekankan pentingnya memberikan pemahaman politik yang substansial, bukan sekadar mengajak datang ke TPS.
"Pendidikan pemilih adalah fondasi utama demokrasi. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di segmen disabilitas mendapatkan hak informasi yang sama, pemilih perempuan semakin berdaya dalam menentukan pilihan, dan pemilih pemula tidak terjebak dalam apatisme. Target kita bukan hanya kuantitas kehadiran, tapi kualitas pemilih yang cerdas dan kritis," ujar Gaguk.
Beliau juga mengingatkan seluruh jajaran agar persiapan teknis dan logistik sosialisasi harus matang agar pesan edukasi sampai ke akar rumput secara efektif.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan SDM KPU Ponorogo, Amrul Sabrian, memaparkan gagasan konsep sosialisasi yang akan diusung. Menurutnya, pendekatan setiap segmen akan dibuat berbeda dan lebih segar:
Pertama, Pemilih Pemula (Gen Z & Alpha): Mengedepankan digital campaign melalui konten kreatif di media sosial serta program "KPU Goes to School/Campus" dengan simulasi pencoblosan interaktif. Kedua, Pemilih Perempuan: Mengoptimalkan basis komunitas seperti penggerak PKK dan organisasi wanita untuk diskusi mengenai pentingnya keterwakilan perempuan di parlemen. Dan ketiga, Pemilih Disabilitas: Menyediakan materi sosialisasi yang ramah akses, mulai dari penggunaan bahasa isyarat hingga alat bantu visual yang memadai, guna memastikan hambatan fisik tidak menjadi penghalang hak suara.
"Kami mengusung konsep 'Sosialisasi yang Menyenangkan'. Jadi, edukasi politik tidak lagi kaku. Untuk pemilih muda, kita masuk lewat hobi dan tren. Untuk kelompok disabilitas, kita jemput bola agar mereka merasa benar-benar dilayani oleh negara," jelas Amrul.
Kegiatan pendidikan pemilih ini rencananya akan mulai dilaksanakan secara maraton di berbagai wilayah kecamatan di Ponorogo dalam beberapa pekan ke depan. KPU berharap sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dapat terus terjaga demi suksesnya pemilu yang inklusif dan transparan. (d2g)
Selengkapnya